-
Friday, 29 May 2015
External Blog Entri
Skipjack's Nautical Living: Fort McHenry- A 200 Year Star Spangled Banner Celebration- Baltimore, Maryland- Peter Rindlisbacher
Skipjack's Nautical Living: Fort McHenry- A 200 Year Star Spangled Banner Celebration- Baltimore, Maryland- Peter Rindlisbacher
Publisher:
Kadal
- 12:19
Pemodelan dan Simulasi Sistem
Publisher:
Kadal
- 12:11
Simulasi Sistem (Studi Kasus Penerapan Sistem Push Dan Pull Pada Industri Busana)
Identifikasi Masalah
Banyak
penelitian telah dilakukan untuk membandingkansistem pull dan sistem push namun
seringkali argumen-argumen yang berbeda muncul dalam pembahasan baik dalam hal
definisi maupun kinerja. Kenyataannya, tidak jarang suatu sistem manufaktur
berskala besar menerapkan kedua pendekatan di atas secara bersamaan pada
subsistem-subsistem yang lebih kecil didalamnya. Toyota misalnya, yang sering
diacu sebagai referensi sistem pull klasik, menerapkan sistem push pada
proses pembuatan mobil berdasarkan analisis pasar dan penetapan target
produksi. Tetapi pada proses perakitan di dalamnya diterapkan sistem pull untuk
memastikan ketersediaan komponen-komponen subassembly. Sebaliknya pada
sistem-sistem MRP (Material Requirements Planning) tidak jarang pula terdapat mekanisme pull pada aliran
informasi dalam prosesnya. Karena itu wajar jika pertanyaan “apakah sesungguhnya
sistem manufaktur push dan pull berbeda?” seringkali diajukan
dalam berbagai penelitian.
Mengingat
variasi berbagai sistem manufaktur di dunia ini yang sangat beragam, jawaban
yang lugas atas pertanyaan tersebut sulit diperoleh. Jika penerapan sistem pull
kurang begitu berhasil tak jarang yang dianggap sebagai penyebabnya adalah
pemahaman terhadap filosofi penerapan JIT (Just
In Time) yang lemah. Sementara itu pada implementasi sistem push yang
berkinerja buruk, yang kerap dituding sebagai penyebab adalah masalah
inventori.
Tinjauan Pustaka
Pada
sistem push, sebuah mesin
melakukan proses produksi tanpa harus menunggu permintaan dari mesin yang akan
melakukan proses berikutnya. Sebaliknya pada sistem pull, sebuah mesin melakukan proses produksi hanya jika ada
permintaan dari mesin yang akan melakukan proses selanjutnya. Pada penelitian
lain yang dilakukan oleh Goddard dan Brooks (1984), sistem push dan pull diasosiasikan
dengan aliran informasi. Mereka mendefinisikan push sebagai aksi untuk mengantisipasi kebutuhan, sedangkan pull sebagai aksi untuk melayani
permintaan. Penelitian lain oleh Villa dan Watanabe (1993) selanjutnya
menggambarkan kaitan sistem push
dengan proses manajemen dalam upaya mengurangi risiko stock-out, sedangkan sistem pull sebagai suatu proses produksi yang mengalir dengan ekspektasi
inventori sekecil mungkin. Perbedaan definisi-definisi ini sedikit banyak
mempengaruhi karakteristik dari penelitian-penelitian yang disebutkan di atas,
yang pada akhirnya juga berpengaruh pada kesimpulan.
Sistem
push pada dasarnya tidak
memperhatikan seberapa banyak WIP (Work
In Process) dalam line produksi. Sedangkan
sistem pull selalu mengontrol WIP
dalam line produksi. Berdasarkan Schneider Production System (SPS), jika
WIP semakin bertambah dan sedangkan exit
rate tetap, maka proses lead time akan bertambah. Berikut
merupakan rumus untuk proses lead time.
WIP
menggambarkan banyaknya pekerjaan yang sedang ditangani. Lead time adalah waktu seberapa lama dapat menyelesaikan suatu
pekerjaan dengan kualitas yangg diharapkan. Exit
rate menunjukkan kecepatan pada saat bekerja.
Model Konseptual:
Model Logika:
Untuk mendapatkan Pembahasan Mengenai Model Konseptual dan Model Logikanya secara lengkap dalam bentuk file PDF, anda dapat mengunduhnya di sini :
Production Planning and Inventory Control (PPIC)
Publisher:
Kadal
- 11:55
Contoh Soal Production Planning and Inventory Control (PPIC) Metode EOQ
Soal
Diketahui:
- Waktu kerja = 300 hari selama setahun
- Membutuhkan 15000 processor per tahun
- Biaya penanganan inventori untuk setiap processor per bulan adalah Rp.500
- Biaya pemesanan = Rp.200000 per pesanan
- Melakukan 10 kali pemesanan dengan annual 1500 unit.
Hitunglah:
- Tingkat pemesanan paling ekonomis
- Total biaya persediaan
- Jangka waktu pemesanan dalam hari
- Penghematan yang terjadi bila memesan pada tingkat EOQ
Untuk mendapatkan Pembahasan lengkapnya dalam bentuk PDF secara gratis, anda dapat mengunduhnya di sini :
Penelitian Operasional (OR)
Publisher:
Kadal
- 11:29
Penelitioan Operasioanl (Contoh Studi Kasus Dominated Strategy dan Criteria Minimax)
Dua perusahaan berbagi pasar untuk suatu produk
tertentu. Masing-masing perusahaan mempersiapkan rencana pemasaran baru untuk
tahun mendatang dalam usaha merebut pangsa pasar dari perusahaan lainnya. Total
penjualan produk secara relative tetap, sehingga suatu perusahaan hanya dapat
menambah penjualannya dengan memenangkan tiga alternative kemungkunan untuk
memenangkan persaingan dari perusahaan lainnya. Masing-masing perusahaan
mempertimbangkan alternative kemungkinan untuk memenangkan persaingan, yaitu:
a. Meningkatkan
promosi
b. Perbaikkan
kemasan yang keih menarik
c. Penurunan
harga
Ongkos dari ketiga alternative tersebut dapat
diperbandingkan, dan masing-masing perusahaan hanya memilih satu alternative.
Estimasi pengaruh dari masing-masing kombinasi alternative dalam kenaikkan
persentase penjualan untguk perusahaan I sebagai berikut:
![]() |
Gambar Tabel Payoff
|
Masing-masing
perusahaan harus membuat pilihannya sebelum mempelajari keputusan perusahaan
lainnya.
- Tanpa eliminasi Dominated Strategy, Gunakan Criteria Minimax (atau Maximin) untuk menentukan strategi terbaik bagi masing-masing perusahaan.
- Gunakan dominated strategy sejauh mungkin. Tunjukkan urutan eliminasinya.
Untuk mendapatkan Pembahasan lengkapnya dalam bentuk PDF secara gratis, anda dapat mengunduhnya di sini :
Analisis Perancangan Kerja (APK)
Kegiatan perancangan dilakukan dengan menggunakan beberapa macam pendekatan ilmu. Salah satu ilmu pendekatan yang dapat digunakan yaitu ergonomi. Perancangan dapat dilakukan jika perancang mengetahui dimensi tubuh manusia, dalam ergonomi ilmu yang mempelajari ukuran dimensi tubuh manusia yaitu antropometri.
Publisher:
Kadal
- 11:15
Jurnal Penerapan Ilmu Antropometri (Studi Kasus Pembuatan Lemari Gantung Alat Tulis)
Abstrak
Antropometri adalah pengetahuan yang menyangkut pengukuran dimensi tubuh
manusia dan karakteristik khusus lain dari tubuh yang relevan dengan
perancangan alat-alat atau benda-benda yang digunakan manusia. Perumusan masalah yang terdapat dalam jurnal
kali ini ingin mengetahui bagaimana merancang produk berupa lemari gantung alat
tulis dengan menggunakan ilmu antropometri dan membuat produk tersebut dalam
bentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Perumusan masalah yang terdapat dalam
jurnal ini untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu Merancang produk yang akan
dibuat, mengetahui dimensi tubuh yang diperlukan untuk perancangan produk, dan
membuat produk hasil rancangan. Produk yang dibuat kali ini merupakan penerapan
ilmu antropometri yang berupa lemari gantung alat tulis. Perancangan lemari
gantung alat tulis ini menggunakan beberapa dimensi tubuh. Dimensi tubuh yang
digunakan yaitu , tinggi mata berdiri (Tmb), lebar bahu (Lb), pangkal ke tangan
(Pkt), panajng jari 1(Pj1), panjang jari 2(Pj2), Panajang jari 3(pj3) dan
Panjang lengan bawah (Plb). Tipe perancangan yang dipilih pada saat merancang
produk ini menggunakan tipe perancangan ekstrim dengan persentil yang digunakan
sebesar 95%, diharapkan 95% dari populasi yang ada dapat menggunakan produk in
dan untuk posisi penempatanya menggunakan persentil 50%. Lemari gantung alat
tulis ini berfungsi sebagai alat penyimpanan alat-alat tulis sehingga bisa
tertata rapi dan tersimpan dengan aman. Bentuk dari lemari gantung alat tulis
ini adalah memiliki 6 rak kecil tempat penyimpanan, memiliki 3 kotak sebagai
tempat pulpen, pensil dan spidol. Dan memiliki sekat atas sebagi tempat
penyimpanan penggaris dan lain sebagainya. Kelebihan dari produk lemari gantung
alat tulis ini adalah memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam menyimpan alat
tulis sehingga tertata rapi dan tidak mudah hilang. Sedangkan kekurangan dari
produk lemari gantung alat tulis ini adalah ukuran dari benda yang bisa
disimpan pada produk ini terbatas.
Kata kunci : Antropometri,
percentile,lemari gantung alat tulis.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia melakukan banyak kegiatan dan ingin merasa
nyaman dalam berbagai kegiatannya tersebut. Kegiatan yang dilakukan agar rasa
nyaman yang diinginkan tersebut tercapai salah satunya dengan melakukan
perancangan.
Kegiatan perancangan dilakukan dengan menggunakan beberapa macam pendekatan ilmu. Salah satu ilmu pendekatan yang dapat digunakan yaitu ergonomi. Perancangan dapat dilakukan jika perancang mengetahui dimensi tubuh manusia, dalam ergonomi ilmu yang mempelajari ukuran dimensi tubuh manusia yaitu antropometri.
Kegiatan mengajar di dalam ruang kelas
memerlukan tempat penyimpanan alat tulis berupa spidol papan tulis ataupun yang
lainnya, namun ukuran alat tulis yang kecil sering membuat alat tulis tersebut
hilang karena kurangnya tempat untuk menyimpan. Oleh karena itu dibuat
perancangan lemari gantung alat tulis yang menggunakan pendekatan ilmu ergonomi
yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan, dan efisiensi dalam penggunaanya.
Perumusan Masalah
Masalah yang
ditemukan dalam perancangan kali ini yaitu bagaimana merancang dan membuat produk
berupa lemari gantung alat tulis, dan juga apakah produk yang dirancang sudah
sesuai dengan pendekatan ilmu antropometri.
Tujuan
Pembuatan jurnal ini
memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai. Berikut ini merupakan tujuan yang
ingin dicapai tersebut:
- Mengetahui dimensi tubuh yang diperlukan untuk perancangan produk.
- Mengetahui tipe perancangan yang digunakan.
- Mengetahui persentil yang digunakan.
- Mengetahui allowance yang digunakan.
- Mengetahui perancangan dan pembuatan produk.
- Mengetahui kelebihan dan kekurangan produk.
Analisis Perancangan Kerja (APK)
Untuk mendapatkan jurnal lengkapnya dalam bentuk PDF secara gratis anda dapat mengunduhnya di sini :
Publisher:
Kadal
- 11:03
Jurnal Pengukuran Kinerja Fisologis
Abstrak
Kerja adalah sesuatu yang dikeluarkan oleh seseorang sebagai profesi, sengaja
dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Pengeluaran energi untuk kegiatan yang
dibutuhkan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Masalah yang terdapat dalam jurnal kali ini
ingin mengetahui bagaimana mengukur kemampuan fisik, perubahan yang terjadi, konsumsi energi yang
dibutuhkan seorang
operator dalam pekerjaannya. Dari masalah yang terdapat dalam jurnal ini
untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu menegtahui konsumsi energi, mengetahui perbandingan temperatur tubuh operator pada saat sebelum dan
sesudah melakukan aktivitas kerja,
mengetahui perbandingan waktu recovery dari berbagai aktivitas
kerja dan mengetahui
rata-rata kecepatan denyut jantung operator dari tiap-tiap aktivitas kerja. Pengukuran kerja fisiologis ini yaitu mengukur
denyut jantung dan suhu tubuh sebelum dan sesudah aktivitas yaitu sepeda
statis. Perubahan fisiologi yang
terjadi setelah dilakukan pengamatan dapat dilihat secara langsung dengan
menggunkan pulse meter. Denyut jantung berdenyut semakin cepat dibandingkan
saat sebelum melakukan percobaan, dan kecepatn rata-rata tanpa pembebanan
dengan kecepatan 20 km/jam yaitu untuk 3 menit sebesar 82,6 dan untuk 6 menit
sebesar 85,13 dan kecepatan 40 km/jam yaitu untuk 3 menit sebesar 110,6 dan
untuk 6 menit sebesar 143,5. Sedangkan untuk dengan pembebanan dengan kecepatan
20 km/jam yaitu untuk 3 menit sebesar 93 dan untuk 6 menit sebesar 105,88 dan
kecepatan 40 km/jam yaitu untuk 3 menit sebesar 108,6 dan untuk 6 menit sebesar
132,5. Perubahan tempratur tanpa pembebanan dengan kecepatan 20 km/jam yaitu
untuk 3 menit sebesar T0 =36,1 , T1 = 35,7 , ∆T = 0,4 perubahan menurun. dan untuk 6 menit sebesar T0 =35,7 , T1 = 35,7 , ∆T =
0 perubahan tetap dan kecepatan 40 km/jam yaitu untuk 3 menit sebesar T0 =35.7, T1 = 35,5 , ∆T =
0,2 perubahan menurun. dan untuk 6 menit sebesar T0 =35,5 , T1 = 34,5 , ∆T =
1 perubahan menurun. Sedangkan untuk dengan pembebanan dengan kecepatan 20 km/jam yaitu
untuk 3 menit sebesar T0 =34.5 , T1 = 35 , ∆T = 0,5 perubahan naik dan untuk 6 menit sebesar T0 =35 , T1 = 35, ∆T = 0
perubahan tetap dan kecepatan 40 km/jam yaitu untuk 3 menit sebesar T0 =35, T1 = 34.1 , ∆T =
0 perubahan tetap dan untuk 6 menit sebesar T0 =34,1 T1 = 36,3 , ∆T = 0 perubahan tetap. Diketahui
konsumsi energi yang dibutuhkan yaitu sebanyak 2,43 kcal dan konsumsi oksigen
yang dibutuhkan sebanyak 0,51 liter/menit. Perbandingan recovery diketahui
untuk kecepatan 20 km/jam dan 40 km/jam baik tanpa beban maupun dengan beban
waktu recovery teoritis lebih banyak dibandingkan dengan recovery percobaan.
Kata kunci :
Kerja Dinamis, Konsumsi Energi, Konsumsi Oksigen, Speda Statis
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pesatnya perkembangan
dunia teknologi dan informasi pada masa sekarang ini mewajibkan manusia sebagai
individu menguasai teknologi yang dipergunakan dalam pekerjaan sehari-hari.
Sehingga manusia dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari mendapatkan kenyamanan
dalam bekerja dan mendapat hasil yang memuaskan.
Kegiatan manusia
dalam bekerja membutuhkan ilmu yang memiliki sistem kerja yang baik. Ilmu
pendekatan yang dapat digunakan yaitu ergonomi. Ilmu ergonomi merupakan ilmu
yang membahas mengenai manusia dengan aktivitas kerjanya. Ilmu ergonomi yang membahas mengenai manusia
dengan aktivitas kerjanya salah satunya adalah pengukuran kinerja fisiologis. Modul
pengukuran kinerja fisiologi pengaplikasiannya dilakukan terhadap kerja statis
dan dinamis.
Pengukuran kinerja
fisiologis kali ini yaitu mengukur kinerja fisologis terhadap kerja dinamis yaitu menggunakan
sepeda statis pada praktikum di Laboratorium Teknik Induatri Menengah
Universitas Gunadarma dengan melihat kecepatan
denyut jantung dan suhu pada tubuh praktikan. Diharapkan dengan pengukuran ini dapat
diketahui konsumsi energi dan konsumsi oksigen yang dibutukan dengan
menggunakan metode pengukuran tidak langsung.
Perumusan Masalah
Terdapat beberapa
masalah yang ditemukan dalam pengukuran kinerja fisiologis kali ini. Masalah
yang ditemukan dalam pengukuran kali ini yaitu bagaimana mengukur konsumsi energi,
konsumsi oksigen, recovery dan
perubahan suhu yang terjadi.
Tujuan
Pembuatan jurnal ini
memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai. Berikut ini merupakan tujuan yang
ingin dicapai tersebut:
- Mengetahui kecepatan denyut jantung operator dari aktivitas kerja.
- Mengetahui perbandingan temperatur tubuh operator pada saat sebelum dan sesudah melakukan aktivitas kerja.
- Mengetahui perbandingan waktu recovery percobaan dari berbagai aktivitas kerja.
- Mengetahui konsumsi energi, konsumsi oksigen dan waktu recovery teoritis yang dibuthkan dalam aktivitas kerja.
- Menganalisa kecepatan denyut jantung dan perubahan suhu tubuh.
- Menganalisa konsumsi energi dan konsumsi oksigen.
- Menganalisa recovery teoritis.
![]() |
| Gambar Grafik Analisa dengan Waktu Selama 3 Menit |
Untuk mendapatkan jurnal lengkapnya dalam bentuk PDF secara gratis anda dapat mengunduhnya di sini :
Subscribe to:
Posts (Atom)










